www.market si ikin.com

penerjemahan Al-Qur’an adalah masalah agama, bila salah menerjemahkan maka akan salah pula dalam memahami agama. salah memahami ajaran agama, akan salah pula dalam mengamalkan ajarannya.Gambar 

telaah dan penelitian selama sepuluh tahun terhadap Al-Qur’an dan Terjemahnya versi KEMENAG RI, yang dilakukan secara ilmiah dan komprehensif oleh Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz Muhammad Thalib. terbukti, tarjamah harfiyah Depag mengandung 3229 ayat yang salah terjemah, ditinjau dari segi aqidah, maupun substansi syari’ah Islam.

 sudah banyak generasi muslim yang menjadi korban salah terjemah Al-Qur’an ini. sebagian kalangan, ada yang menjadikan terjemah Al-Qur’an sebagai alasan untuk bertindak radikal, sebagian lagi mengabaikan bahkan menjadikannya alasan untuk bersikap liberal dan moderat dalam beragama. mereka merasa mendapat pembenaran atas tindakan yang tidak benar dari terjemah Al-Qur’an yang salah itu. 

misalnya terjemah harfiyah Depag:” DAN JIKA KAMU INGIN MENGGANTI ISTRIMU DENGAN ISTRI YANG LAIN…..” (Q.S An-Nisa’ 4:20). dijelaskan dalam foot note, mengganti istrimu dengan istri yang lain, maksudnya ialah menceraikan istri yang tidak disenangi dan kawin dengan istri yang baru.

 menurut logika bahasa Indonesia, istri berarti perempuan bersuami. kata mengganti istri, berarti menukar dengan yang lain. mustahil Islam membenarkan seorang suami menukar istrinya dengan istri orang lain. karena itu tarjamah tafsiriyah adalah : ” WAHAI PARA SUAMI, JIKA KALIAN INGIN MENCERAIKAN ISTRI KALIAN, LALU MENIKAH DENGAN PEREMPUAN LAIN…..” 

kesalahan berikutnya terdapat pada terjemah harfiyah Depag: ” DAN SIAPA-SIAPA YANG KAMU INGINI UNTUK MENGGAULINYA KEMBALI DARI PEREMPUAN YANG TELAH KAMU  CERAI, MAKA TIDAK ADA DOSA BAGIMU. YANG DEMIKIAN ITU ADALAH LEBIH DEKAT UNTUK KETENANGAN HATI MEREKA…..” (Q.S Al-Ahzab 33:51)

tarjamah harfiyah ini bertentangan dengan fakta sejarah dan akhlaq Nabi yang terpuji. Nabi SAW tidak pernah menceraikan istrinya, maka mustahil beliau menggauli perempuan yang telah dicerai, apalagi tanpa rujuk pula. pada terjemah edisi revisi berubah menjadi, “DAN SIAPA YANG KAMU INGINI UNTUK MENGGAULINYA DARI ISTRI YANG TELAH KAMU SISIHKAN , MAKA TIDAK ADA DOSA BAGIMU.”

 padahal ayat ini hanya berkaitan dengan kebebasan Nabi SAW untuk menetapkan jadwal giliran bermalam pada istri-istri beliau.

 berikutnya Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 123 versi Depag: “WAHAI ORANG-ORANG BERIMAN! PERANGILAH ORANG-ORANG KAFIR YANG DISEKITAR KAMU ITU, DAN HENDAKLAH  MEREKA MENEMUI KEKERASAN DARIPADAMU, DAN KETAHUILAH, BAHWASANYA ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG BERTAQWA.”

Apabila muncul ideologi permusuhan terhadap orang kafir lalu terjadi konflik horizontal, bahkan pembunuhan disebabkan membaca teks teremahan di atas. maka bukan salah pembaca, karena kalimat dalam terjemahan memang salah, yang menyimpang dari sababun nuzul (sebab turunnya) ayat tersebut.

 bandingkan dengan terjemah tafsiriyah :” WAHAI KAUM MUKMIN, PERANGILAH ORANG-ORANG KAFIR YANG MEMBAHAYAKAN KALIAN YANG BERADA DI NEGERI KALIAN, AGAR MEREKA MERASAKAN KEKERASAN KALIAN TERHADAP MEREKA….”

 maka, adanya paham radikal yang melahirkan tindakan teroris, boleh jadi korban dari salah terjemah Qur’an Kemenag itu.

ummat Islam harus diselamatkan dari kesalahan memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an. terbitnya Al-Qur’anul Karim Tarjamah Tafsiriyah ini, dimaksudkan untuk meluruskan persepsi keliru terhadap misi Al-Qur’an yang disebabkan tarjamah harfiyah ayat-ayat Al-Qur’an. tujuannya, menjaga otentisitas makna dan kehormatan Al-Qur’an, agar tidak ternodai oleh penyimpangan tangan-tangan manusia, sebagaimana yang terjadi pada kitab suci agama lain. WALLAHU A’LAM

penerjemahan Al-Qur’an adalah masalah agama, bila salah menerjemahkan maka akan salah pula dalam memahami agama. salah memahami ajaran agama, akan salah pula dalam mengamalkan ajarannya. 

telaah dan penelitian selama sepuluh tahun terhadap Al-Qur’an dan Terjemahnya versi KEMENAG RI, yang dilakukan secara ilmiah dan komprehensif oleh Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz Muhammad Thalib. terbukti, tarjamah harfiyah Depag mengandung 3229 ayat yang salah terjemah, ditinjau dari segi aqidah, maupun substansi syari’ah Islam.

 sudah banyak generasi muslim yang menjadi korban salah terjemah Al-Qur’an ini. sebagian kalangan, ada yang menjadikan terjemah Al-Qur’an sebagai alasan untuk bertindak radikal, sebagian lagi mengabaikan bahkan menjadikannya alasan untuk bersikap liberal dan moderat dalam beragama. mereka merasa mendapat pembenaran atas tindakan yang tidak benar dari terjemah Al-Qur’an yang salah itu. 

misalnya terjemah harfiyah Depag:” DAN JIKA KAMU INGIN MENGGANTI ISTRIMU DENGAN ISTRI YANG LAIN…..” (Q.S An-Nisa’ 4:20). dijelaskan dalam foot note, mengganti istrimu dengan istri yang lain, maksudnya ialah menceraikan istri yang tidak disenangi dan kawin dengan istri yang baru.

 menurut logika bahasa Indonesia, istri berarti perempuan bersuami. kata mengganti istri, berarti menukar dengan yang lain. mustahil Islam membenarkan seorang suami menukar istrinya dengan istri orang lain. karena itu tarjamah tafsiriyah adalah : ” WAHAI PARA SUAMI, JIKA KALIAN INGIN MENCERAIKAN ISTRI KALIAN, LALU MENIKAH DENGAN PEREMPUAN LAIN…..” 

kesalahan berikutnya terdapat pada terjemah harfiyah Depag: ” DAN SIAPA-SIAPA YANG KAMU INGINI UNTUK MENGGAULINYA KEMBALI DARI PEREMPUAN YANG TELAH KAMU  CERAI, MAKA TIDAK ADA DOSA BAGIMU. YANG DEMIKIAN ITU ADALAH LEBIH DEKAT UNTUK KETENANGAN HATI MEREKA…..” (Q.S Al-Ahzab 33:51)

tarjamah harfiyah ini bertentangan dengan fakta sejarah dan akhlaq Nabi yang terpuji. Nabi SAW tidak pernah menceraikan istrinya, maka mustahil beliau menggauli perempuan yang telah dicerai, apalagi tanpa rujuk pula. pada terjemah edisi revisi berubah menjadi, “DAN SIAPA YANG KAMU INGINI UNTUK MENGGAULINYA DARI ISTRI YANG TELAH KAMU SISIHKAN , MAKA TIDAK ADA DOSA BAGIMU.”

 padahal ayat ini hanya berkaitan dengan kebebasan Nabi SAW untuk menetapkan jadwal giliran bermalam pada istri-istri beliau.

 berikutnya Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 123 versi Depag: “WAHAI ORANG-ORANG BERIMAN! PERANGILAH ORANG-ORANG KAFIR YANG DISEKITAR KAMU ITU, DAN HENDAKLAH  MEREKA MENEMUI KEKERASAN DARIPADAMU, DAN KETAHUILAH, BAHWASANYA ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG BERTAQWA.”

Apabila muncul ideologi permusuhan terhadap orang kafir lalu terjadi konflik horizontal, bahkan pembunuhan disebabkan membaca teks teremahan di atas. maka bukan salah pembaca, karena kalimat dalam terjemahan memang salah, yang menyimpang dari sababun nuzul (sebab turunnya) ayat tersebut.

 bandingkan dengan terjemah tafsiriyah :” WAHAI KAUM MUKMIN, PERANGILAH ORANG-ORANG KAFIR YANG MEMBAHAYAKAN KALIAN YANG BERADA DI NEGERI KALIAN, AGAR MEREKA MERASAKAN KEKERASAN KALIAN TERHADAP MEREKA….”

 maka, adanya paham radikal yang melahirkan tindakan teroris, boleh jadi korban dari salah terjemah Qur’an Kemenag itu.

ummat Islam harus diselamatkan dari kesalahan memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an. terbitnya Al-Qur’anul Karim Tarjamah Tafsiriyah ini, dimaksudkan untuk meluruskan persepsi keliru terhadap misi Al-Qur’an yang disebabkan tarjamah harfiyah ayat-ayat Al-Qur’an. tujuannya, menjaga otentisitas makna dan kehormatan Al-Qur’an, agar tidak ternodai oleh penyimpangan tangan-tangan manusia, sebagaimana yang terjadi pada kitab suci agama lain. WALLAHU A’LAM

penerjemahan Al-Qur’an adalah masalah agama, bila salah menerjemahkan maka akan salah pula dalam memahami agama. salah memahami ajaran agama, akan salah pula dalam mengamalkan ajarannya. 

telaah dan penelitian selama sepuluh tahun terhadap Al-Qur’an dan Terjemahnya versi KEMENAG RI, yang dilakukan secara ilmiah dan komprehensif oleh Amir Majelis Mujahidin, Al-Ustadz Muhammad Thalib. terbukti, tarjamah harfiyah Depag mengandung 3229 ayat yang salah terjemah, ditinjau dari segi aqidah, maupun substansi syari’ah Islam.

 sudah banyak generasi muslim yang menjadi korban salah terjemah Al-Qur’an ini. sebagian kalangan, ada yang menjadikan terjemah Al-Qur’an sebagai alasan untuk bertindak radikal, sebagian lagi mengabaikan bahkan menjadikannya alasan untuk bersikap liberal dan moderat dalam beragama. mereka merasa mendapat pembenaran atas tindakan yang tidak benar dari terjemah Al-Qur’an yang salah itu. 

misalnya terjemah harfiyah Depag:” DAN JIKA KAMU INGIN MENGGANTI ISTRIMU DENGAN ISTRI YANG LAIN…..” (Q.S An-Nisa’ 4:20). dijelaskan dalam foot note, mengganti istrimu dengan istri yang lain, maksudnya ialah menceraikan istri yang tidak disenangi dan kawin dengan istri yang baru.

 menurut logika bahasa Indonesia, istri berarti perempuan bersuami. kata mengganti istri, berarti menukar dengan yang lain. mustahil Islam membenarkan seorang suami menukar istrinya dengan istri orang lain. karena itu tarjamah tafsiriyah adalah : ” WAHAI PARA SUAMI, JIKA KALIAN INGIN MENCERAIKAN ISTRI KALIAN, LALU MENIKAH DENGAN PEREMPUAN LAIN…..” 

kesalahan berikutnya terdapat pada terjemah harfiyah Depag: ” DAN SIAPA-SIAPA YANG KAMU INGINI UNTUK MENGGAULINYA KEMBALI DARI PEREMPUAN YANG TELAH KAMU  CERAI, MAKA TIDAK ADA DOSA BAGIMU. YANG DEMIKIAN ITU ADALAH LEBIH DEKAT UNTUK KETENANGAN HATI MEREKA…..” (Q.S Al-Ahzab 33:51)

tarjamah harfiyah ini bertentangan dengan fakta sejarah dan akhlaq Nabi yang terpuji. Nabi SAW tidak pernah menceraikan istrinya, maka mustahil beliau menggauli perempuan yang telah dicerai, apalagi tanpa rujuk pula. pada terjemah edisi revisi berubah menjadi, “DAN SIAPA YANG KAMU INGINI UNTUK MENGGAULINYA DARI ISTRI YANG TELAH KAMU SISIHKAN , MAKA TIDAK ADA DOSA BAGIMU.”

 padahal ayat ini hanya berkaitan dengan kebebasan Nabi SAW untuk menetapkan jadwal giliran bermalam pada istri-istri beliau.

 berikutnya Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 123 versi Depag: “WAHAI ORANG-ORANG BERIMAN! PERANGILAH ORANG-ORANG KAFIR YANG DISEKITAR KAMU ITU, DAN HENDAKLAH  MEREKA MENEMUI KEKERASAN DARIPADAMU, DAN KETAHUILAH, BAHWASANYA ALLAH BESERTA ORANG-ORANG YANG BERTAQWA.”

Apabila muncul ideologi permusuhan terhadap orang kafir lalu terjadi konflik horizontal, bahkan pembunuhan disebabkan membaca teks teremahan di atas. maka bukan salah pembaca, karena kalimat dalam terjemahan memang salah, yang menyimpang dari sababun nuzul (sebab turunnya) ayat tersebut.

 bandingkan dengan terjemah tafsiriyah :” WAHAI KAUM MUKMIN, PERANGILAH ORANG-ORANG KAFIR YANG MEMBAHAYAKAN KALIAN YANG BERADA DI NEGERI KALIAN, AGAR MEREKA MERASAKAN KEKERASAN KALIAN TERHADAP MEREKA….”

 maka, adanya paham radikal yang melahirkan tindakan teroris, boleh jadi korban dari salah terjemah Qur’an Kemenag itu.

ummat Islam harus diselamatkan dari kesalahan memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an. terbitnya Al-Qur’anul Karim Tarjamah Tafsiriyah ini, dimaksudkan untuk meluruskan persepsi keliru terhadap misi Al-Qur’an yang disebabkan tarjamah harfiyah ayat-ayat Al-Qur’an. tujuannya, menjaga otentisitas makna dan kehormatan Al-Qur’an, agar tidak ternodai oleh penyimpangan tangan-tangan manusia, sebagaimana yang terjadi pada kitab suci agama lain. WALLAHU A’LAM

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s